Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juni 2014

Di Balik Sebuah Senyum :)

Luar biasa Cak Nun pernah mengatakan bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang kuat dan tegar! Bangsa ini telah kenyang dengan berbagai masalah rumit. Setelah mengalami penjajahan 3,5 abad, dilanjutkan masa orde lama penuh perjuangan, diberi bencana ekonomi, bahkan hingga sekarang banyak aset bangsa dikuasai asing dan masyarakat malah terpecah belah karena pemilihan presiden, sehingga beberapa orang berpendapat Indonesia belum benar-benar merdeka. Namun yang menarik, di balik semua permasalahan rumit tersebut, tidak pernah kita merasa sulit menemukan senyum tulus orang-orang di sekitar kita. Bangsa kita bukan bangsa yang mudah kehilangan ikhlasnya senyum karena musibah.

Kita bisa menyimpulkan dengan mudah bahwa senyum itu tidak selalu melambangkan kebahagiaan. Titik Puspa juga bertutur bahwa kupu-kupu malam yang legendaris itu pun kadang menangis di dalam.senyuman. Tidak jarang pula aku temukan orang-orang yang selalu menampakkan senyum sebenarnya merupakan yang paling banyak cobaan dan musibah dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Mereka tentu memiliki sejuta alasan untuk jatuh dan merengut, namun mereka tetap memilih tersenyum apapun keadaannya.

Aku kagum dengan orang-orang ini. Memang menurut penelitian otot yang digunakan untuk tersenyum lebih sedikit dibandingkan untuk cemberut sehingga tenaga fisik yang dibutuhkan hanya sedikit, namun ketahuilah kawan, tenaga hati untuk tersenyum tulus dalam segala keadaan merupakan hal besar yang tidak segala orang memiliki. Pastilah ada kekuatan luar biasa di balik senyuman itu.

Hingga akhirnya aku ketahui sedikit rahasia mereka. Pengalaman pahit para ahli.senyum ini terlampau sakit mereka rasakan selama ini. Mereka sadar, akan lebih menyakitkan jika orang lain, lebih-lebih orang-orang di sekitar mereka, turut merasakan pahitnya.

Ya,
Senyuman itu muncul bukan hanya karena kebahagiaan, namun juga keinginan untuk membahagiakan orang lain. :)

20.28

Yang selalu menyayangimu :*
~hw

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 10 Oktober 2013

Kertas Putih

Kertas putih,,
kan kau jadikan apa kertas putihmu itu....
apakah kertas putih yang kau miliki itu kan berakhir dengan coretan2 dan warna yang menarik dan indah...?
ataukah kertas putih itu kan kau biarkan tak berguna dan lusuh tak terawat..?

Kertas putih dalam kanvas kehidupan... 


by : Lutfi Kusuma Dewi

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 07 Agustus 2012

Memaknai Hakikat Kaderisasi

Kaderisasi yang menjadi unsur utama sekaligus penjamin keberlangsungan organisasi harus mampu berfikir lebih maju dan menyeluruh. Ia dituntut untuk lebih mengerti keadaan umat sehingga dapat melakukan pembinaan kader sekaligus membangun rekomendasi rancang kerangka organisasi periode mendatang.

Kaderisasi memiliki banyak kesamaan dengan Pengembangan. Keduanya sama-sama harus berfikir lebih maju dan mengerti keadaan umat. Keduanya sama-sama memiliki tuntutan harus melakukan pembinaan dan bertanggungjawab atas kualitas pemimpin. Satu hal mendasar yang membedakan kami. Pengembangan berbicara mengenai bagaimana kualitas pemimpin SAAT INI, kaderisasi berbicara mengenai kualitas pemimpin MASA DEPAN.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,  kata kader diterjemahkan sebagai orang yg diharapkan akan memegang peran yg penting dl pemerintahan, partai, dsb. Sedangkan pengaderan proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Maka dapat disimpulkan bahwa kaderisasi bukanlah agenda yang selesai dalam waktu yang singkat. Proses pendidikan hanya akan dapat berhasil ketika telah dijalankan secara simultan dan menyentuh aspek yang menyeluruh. Tidak sekedar mengajar tapi mendidik. Tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, namun memaksimalkan aspek afektif & psikomotorik.

Menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah keberhasilan individual. Kita tidak bermain dengan mesin dan buruh organisasi yang bisa bekerja serentak bersama-sama tanpa menggunakan hati dan akal. Kita akan membentuk seorang PEMIMPIN yang pandai bekerjasama. Sebesar apapun sebuah bangsa ketika tidak dipimpin oleh seorang yang tepat, hanya akan menjadi bangsa yang kering. Laksana orang belajar berenang, banyak bergerak namun tidak berpindah satu meterpun dari tempat asalnya. Sehebat apapun seorang pemimpin tidak akan mampu membuat perubahan tanpa bertumpu pada masyarakat yang cerdas dipimpin. Layaknya pohon tinggi berakar lapuk, akan mudah roboh oleh angin masalah. Maka, sebuah pergerakan yang indah haruslah memiliki sinergisitas yang kuat. Bukan hanya sinergis yang hanya diteriakkan saat kampanye pemilihan, namun sinergis yang telah dirancang dan dipersiapkan jauh sebelum sebuah amanah baru terbentuk.

Keyword yang menjadi fokus kaderisasi adalah masa depan, pendidikan, simultan, dan sinergisitas. Secara garis besar, empat kata itulah yang dapat mewakili kaderisasi. Adanya proses pendidikan simultan untuk mendidik kader-kader secara kolektif yang akan membentuk sinergisitas dalam gerak organisasi di masa depan. Karena kader harus berkualifikasi, maka dibutuhkan pendidikan. Karena pendidikan harus mencakup aspek yang komprehensif, maka dibutuhkan usaha jangka panjang dan berkelanjutan. Mengingat organisasi membutuhkan kerjasama, maka pembentukan kader harus melahirkan kesadaran dan kepemimpinan kolektif antar personal. Dan hasil yang diharapkan adalah tumbuhnya sinergisitas antar pemimpin. Tidak hanya sinergisitas kerja, namun juga sinergis dalam bentuk keselarasan hati, sikap saling mengerti, dan mampu membentuk bangunan organisasi yang kuat.

Dari berbagai latar belakang masalah dan pemikiran di atas inilah ruh kaderisasi akan dimulai. Potensi dan tantangan sebuah proses Kaderisasi memang selalu terasa lebih berat, namun janji balasan Tuhan berupa para penerus masa depan akan mampu menjadi obat lelahnya perjuangan ini. Terlalu banyak kegelisahan individual yang tersebar di masyarakat ini. Sekaranglah saatnya menyatukan kegelisahan-kegelisahan tersebut menjadi sebuah kepedulian kolektif yang akan meninggalkan jejak nyata perubahan masa depan!!

~hw~

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 27 Juli 2012

Kepemimpinan Dalam Lir-Ilir



Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) di sisi
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Begitu luar biasa Sunan Kalijaga membungkus pesan ke-Islaman dalam sebuah kesenian yang memukau. Sering kita mendengarkan tembang lawas ini dilantunkan berbagai kalangan, namun jarang kita mengerti hakikat kehidupan yang disampaikan dalam syair indah tersebut. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.

 Jika ditinjau lebih dalam lagi, lirik dari lagu ini ternyata mengandung sebuah pesan kepemimpinan  yang patut dipelajari:

Cah angon-cah angon
Cah angon berarti penggembala hewan ternak. Sebuah profesi yang juga digeluti oleh pada Rasul terdahulu, mulai dari Nabi Yusuf, Ayub, Musa, hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas muncul sebuah pertanyaan, “kenapa harus penggembala?”. Begitulah cara Allah mendidik manusia-manusia pilihan-Nya untuk menjadi pemimpin. Sebelum memimpin kaum manusia, para Nabi tersebut diuji terlebih dahulu agar mumpuni dalam memimpin wedhus. Di samping ilmu kepemimpinan, kegiatan penggembalaan juga memberikan waktu dan tempat yang tepat agar otak manusia bisa merenung dan berpikir. Maka Cah angon dalam bait ini berarti “Wahai para pemimpin!”.

Penekno blimbing kuwi
Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Maka dalam sebuah kepemimpinan, segala sesuatu harus dilandaskan kepada keimanan yang kuat. Segala kebijakan yang dibuat tidak bertentangan dengan syari’at Allah. “Laa thaa’atal-makhluuq fii ma’shiyatil-khaaliq”. Tidak ada kata taat kepada makhluk dalam hal bermaksiat terhadap Sang Pencipta.

Lunyu-lunyu yo penekno
Meskipun licin, namun tetaplah raih keimanan itu! Memang sebuah kenyataan bahwa Iman itu senantiasa naik dan turun. Ujian dan cobaan dari Allah juga akan selalu datang untuk mengupgrade kualitas iman manusia. Jalan menuju keimanan kepada Sang Pencipta memang licin, terjal, dan penuh tantangan. Walau begitu, Lunyu-lunyu yo penekno, tetaplah kau raih!

Kanggo mbasuh dodotiro
Apa gunanya bersusah-payah meraih keimana? Yaitu untuk mbasuh dodotiro, membersihkan pakaian akhlak pribadi kita. Pakaian alkhlak inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Kepribadian manusia akan dengan mudah terbaca dari “pakaian” yang biasa dikenakannya. Maka dengan keimanan yang kuat dalam diri kita, diharapkan akan bisa membersihkan diri dengan senantiasa mengenakan pakaian terbaik. “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”. (Al A'raf : 26)

Dodotiro, dodotiro
Pakaianmu wahai pemimpin! Ingatlah pakaianmu! Sebuah penekanan bahwa “pakaian” adalah sebuah hal serius yang harus diperhatikan.

Kumitir bedah ing pinggir
Sesungguhnya dalam perjalanan hidupmu itu rentan rusak dan terkoyak. Ada kalanya cobaan dan tipu daya dalam hidup ini menyebabkan lubang dalam pakaian kita. Hal ini pasti ada dan terjadi, tidak bisa dihindari.

Dondomono, Jlumatono
Maka jahitlah, benahilah “pakaianmu” itu. Jangan biarkan ia rusak dan terkoyak terlalu lama. Kuatkan diri atas cobaan dan tipu daya dunia yang menghadang. Biarkan pakaian ketaqwaan itu senantiasa membalut dirimu sampai kapanpun. Biarkan kepemimpinanmu selalu dihiasi dengan rahmat dan ridho dari Tuhanmu.

Kanggo sebo mengko sore
 Semua hal yang dilakukan mulai dari memanjat belimbing, hingga membenahi pakaian yang terkoyak itu tidak lain untuk mempersiapkan diri menghadap di waktu senja nanti. Sebuah waktu yang dinantikan setiap orang yang merindukan rahmat dan kasih sayang. Yaitu ketika waktu senja telah datang. Ketika matahari telah merendah, dan umur manusia telah mendekati akhir batasnya. Maka seorang pemimpin yang berhasil menjaga pakaian taqwa itu dengan baik, dialah yang akan menghadap Tuhannya dengan wajah berseri-seri. ^_^

Janganlah kamu meminta suatu jabatan karena sesungguhnya bila kamu diberi suatu jabatan tanpa memintanya, maka kamu akan mendapat pertolongan dalam menjabat jabatan itu, tetapi kalau kamu diberi suatu jabatan karena meminta, maka sesungguhnya kamu teah diserahkan sepenuhnya kepada jabatan itu (Shahih Bukhari No. 7146 dan Shahih Muslim No. 1652)

{hw}

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 10 Juli 2012

Filosofi Semut Dalam Dunia Kita




Banyak karakter positif semut. Dan hebatnya karakter semut yang seakan
sudah menjadi filosofi hidup para semut, dapat dijadikan pedoman untuk
kehidupan kita. Memang filosofi itu sangat sederhana, namun jika Kita dapat
menerapkannya, kita akan menjadi manusia handal yang luar biasa. So,
simak deh filosofi semut yang hebat berikut ini: - Semut selalu bekerjasama. Coba Kita  perhatikan cara kerja semut,
mulai dari mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu
bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat
beramai-ramai ke tempat mereka. Begitu seterusnya hingga butiran nasi
yang mereka angkut mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian mereka
akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para
semut bisa kita jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja  kita
kesulitan, apa salahnya kita membantu. Toh hasilnya bukan untuk
kepentingan pribadi namun demi kepentingan kelompok atau bersama.

- Semut saling peduli. Kebiasaan semut yang saling bersentuhan
(mungkin dalam bangsa manusia, menegur atau bersalaman) jika bertemu,
menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang
tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka.
Dalam dunia sosial kehidupan kita, sentuhan yang berarti 'care' memberi arti
tersendiri bagi karyawan. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan
sosial kehidupan kita, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? So,
sikap ini dapat ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan
iklim kerja yang kondusif.

- Semut tidak pernah menyerah. Bila kita menghalang-halangi dan
berusaha menghentikan langkah para semut, mereka selalu akan mencari
jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau
mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi
yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan
menuju tujuan ...

- Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah
cara pandang yang penting. Kita tidak boleh menjadi begitu naif
dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu.
Semut- semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim
panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di
musim panas kita harus memikirkan tentang halilintar. Kita seharusnya
memikirkan badai sewaktu kita menikmati pasir dan sinar matahari.
Berpikirlah ke depan, seperti halnya 'sedia payung sebelum hujan'.

- Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga
penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya
sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan
melalui masa sulit ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba,
semut-semut keluar dari sarangnya.
Dan bila cuaca kembali dingin,
mereka masuk lagi ke dalam liangnya.
Lalu, ketika hari pertama musim
panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat
menunggu untuk keluar dari sarang mereka.

Dengan bahasa lain, filosofi semut dapat kita teladani dalam dunia
kita dengan menjaga kerjasama, kekompokkan, saling peduli, kerja
keras, pantang menyerah, dan optimis memandang masa depan.
Bagaimana?
Tentu saja karena kita lebih hebat dari bangsa semut, kita bisa
mencapai sukses yang luar biasa, jika kita berusaha!
Sukses untuk
kita semua...

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 03 Juli 2012

Tantangan Istri Untuk Suami

Ada seorang istri memberikan Tantangan kepada suaminya untuk hidup tanpa dirinya.Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali di antara mereka selama sehari..

Si istri berkata kepada suaminya itu, ”Bila engkau bisa melewati itu, aku akan mencintaimu selamanya”.
Dan sang suami pun setuju. Dia tidak sms / telpon istrinya seharian..Tanpa si suami k...etahui bahwa istrinya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya sang suami itu pulang ke rumah. Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat istrinya sudah terbaring dengan surat di tangan yang bertuliskan “Engkau Berhasil Sayang, bisakah engkau lakukan itu setiap hari..? Sungguh aku sangat cinta engkau duhai suamiku"

Don’t Ever lost contact with someone you love, you’ll never know what’s gonna happen the next day, or the day after that...( Jangan Pernah kehilangan kontak dengan seseorang yang Engkau cintai, Engkau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya, atau sehari setelah itu ..)

Jangan Cintai Seseorang Setinggi Langit Karena Langit Bisa Runtuh..
Jangan Cintai Seseorang Sedalam Lautan Karena Lautan Bisa Surut..
Jangan Cintai Seseorang Sebesar Dunia Karena Dunia Bisa Hancur…
Cukup Cintai Seseorang Seujung Kuku, Walau Kecil, Walau Selalu Dipotong, Ia Akan Selalu Tumbuh...

by : Loen Meii, Alumni Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta (Group Alumni)

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 26 Juni 2012

Pandangan Islam Terhadap Kehidupan Dunia



Di sela kesibukan kita mengisi rutinitas harian, marilah kita sejenak berhenti. Menepilah ke sudut keheningan. Tafakurlah. Tanyalah dirimu, untuk apa kita hidup? Apa hakikat dan makna dari dunia, yang sering kali kita dibuat pusing, menyepelekan atau bahkan melupakan Sang Khaliq. Bagaimana Islam memandang dunia?

Kehidupan Rasulullah SAW, keluarganya, dan para  shahabatnya dalam menjalani hidup dan menyikapi dunia merupakan teladan terbaik bagi Muslim sepanjang zaman.  Apa yang dilakukan orang-orang terbaik sepanjang masa ini berangkat dari pemahaman mereka terhadap Dienullah yang paling lurus dan paling bersih. Sebab itu, setiap Muslim hendaknya bisa mengambil suri teladan dari perjalanan dan kisah hidup orang-orang terbaik ini.



Dalam satu hadits shahihnya, seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Jabir bin Abdullah mengisahkan sebagian peng alamannya kala masih bersama Rasulullah SAW. Dia mengatakan bahwa Rasulullah pernah melewati sebuah pasar dan kemudian banyak orang mengelilinginya. Kala itu Rasulullah melihat bangkai seekor anak kambing yang memiliki cacat di daun telinganya. Dengan tangannya sendiri, Rasulullah dengan hati-hati mengangkat bangkai itu dan berkata, “Siapa di antara kalian yang mau memiliki anak kambing ini dengan harga satu dirham?”

Para sahabat menjawab, “Ya  Rasul, kami tidak mau anak kambing itu jadi milik kami,  walau dengan harga murah, lagi pula apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Lalu Rasulullah berkata lagi, “Apakah kalian suka anak kambing ini menjadi milik kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, seandain ya anak kambing ini hidup, maka ia cacat telinganya. Apalagi dalam keadaan mati.” Tidak ada satu pun dari para sahabat yang mau memilikinya.

Mendengar hal itu, Rasulullah kemudian bersabda:  “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini untuk kalian.” (HR Muslim).

Di lain hari, Rasulullah memegang pundak Abdullah bin Umar. Kepada sahabatnya itu, Rasulullah berpesan, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang sekadar melewati sebuah jalan (musafir).” Abdullah bin Umar mendengarkan pesan orang yang dicintainya itu dengan penuh khidmat. Lalu Abdullah bin Umar meneruskan pesan Rasulullah itu kepada sahabatnya yang lain, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah engkau menanti datangnya pagi. Sebaliknya, bila engkau berada di pagi hari, janganlah engkau menanti datangnya sore. Ambillah waktu sehatmu sebelum engkau terbaring sakit, gunakanlah masa hidupmu untuk beramal sebelum datangnya kematianmu.’’ (HR Bukhori).

Kehidupan umat manusia terbaik sepanjang zaman ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Islam yang luhur, yang tidak tergoda dengan sikap hidup yang materialistik, dan terus berdakwah dengan lurus tanpa sekali pun sudi memanfaatkan dakwah atau posisi duniawinya untuk memperkaya diri dan keluarganya. Di masa itu, para pejabat atau pun tokoh masyarakat hidup dalam kesederhanaan, tiada beda dengan rakyat kebanyakan. Malah Rasulullah SAW dalam beberapa kisahnya seringkali kelaparan dan tidak menemukan makanan di rumah  isteri-isterin ya hingga harus menar uh batu dan mengikatnya di perut untuk bisa menahan lapar.

Allah SWT pun berpesan di banyak ayat dalam Al-Qur’an tentang hakikat dunia yang rendah, hina, dan fana. Dalam surat Faathir ayat 5, Allah menegaskan agar manusia sekali-kali jangan sampai terperdaya dengan kehidupan dunia dan tertipu oleh pekerjaan setan.

Maka alangkah jahilnya jika ada sebagian orang yang mengaku sebagai pemimpin umat malah mempromosikan kelezatan harta duniawi. Bahkan dalam satu bukunya orang-orang seperti ini dengan teganya menulis: “Masyarakat Indonesia ini rusak salah satu indikasinya karena orang-orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara dan masakin. Ahlul masjid di negeri ini terdiri atas fuqara dan masakin” Naudzubillah mindzalik.

Untunglah, walau ada juga sebagian kalangan yang tertipu, pandangan seperti itu menjadi tidak popular karena banyak pemimpin-pemimpin umat yang masih lurus yang berani mengemukakan yang  haq.
Sikap hidup memuja dan mendewakan harta, bahkan sampai bersikap hina mengelus-ngelus  mobil atau dinding rumah mewah, sesungguhnya adalah sikap hidup yang memperlihatkan kejahilannya dalam memandang hakikat hidup dan hakikat dunia.

Rasulullah SAW sendiri sepanjang hayatnya tidak pernah membuat istana negara dan benteng (kecuali dalam perang Khandaq yang diperuntukan sesaat hanya dalam perang Ahzab saja), padahal di sekeliling Rasulullah, para raja-raja lainnya membangun istana yang sangat megah dan mewah. Jika Rasulullah SAW mau hidup mewah, apalagi dirinya adalah pedagang, maka hidup mewah bukanlah suatu hal yang sulit. Pemuka Quraisy sendiri telah menawarkan Beliau segala kelezatan dunia, namun ditolak mentah-mentah oleh Rasulullah SAW.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat segala aktivitasnya, tempat bermusyawarah, tempat ibadah, dan sebagainya. Tidak pernah sekali pun Rasulullah bermusyawarah di sebuah bangunan megah semacam hotel atau apa pun namanya. Apalagi jika hotelnya penuh dengan kemaksiatan.

Perlulah seorang muslim merenungkan apa yang harus di lakukan dalam melintasi alam dunia ini yang penuh dengan ujian dan cobaan dalam mensikapi dunia ini , seperti yang pernah disampaikan oleh Abu Hur airah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan: “ Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba  parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah  Allah,  meng apa engkau bertanya tentang namaku?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suar a di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan: Siramlah kebun Fulan – namamu- . Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini?”. Pemilik kebun menjawab: “Bila kamu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan  keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”.

Inilah sesung guhnya  pensikapan hakiki seorang muslim dalam memandang harta dan mengelolanya. Wallahu alam. ^_^

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 05 Juni 2012

Ayah...


Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
  
Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
  
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
  
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
  
Ayah mungkin tidak tahu  jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.
  
Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis.jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala 
Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa melihat para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.
  
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.
  
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

Ayah benar-benar senang membantu seseorang tapi ia sukar meminta bantuan.
  
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
  
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?....mmmmhhh tidak terlalu mengecewakan

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya  dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill.

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena  lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
  
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
  
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
  
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah



 AYAH ITU MURAH HATI

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya....

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya
disekeliling beban itu....
  
Ayah akan berkata tanyakan saja pada ibumu
Ketika ia ingin berkata tidak
  
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

 Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan  tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....
  
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
  
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya
  
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,
dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata : kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya
  
Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu

Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan : jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu
  
Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada
kamu dulu....
  
Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...
  
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....
  
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

[+/-] Selengkapnya...

Hening,,





Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah, berarti aku masih punya keluarga yang utuh.


Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.


Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah, karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.


Pakaianku terasa agak sempit, karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.


Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, sebab itu berarti aku memiliki pakaian.


Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela, memperbaiki talang dan got, karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal.


Duduk kembali di kantor, berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan aku bahkan perusahaan masih mampu membayar gaji setiap bulannya.


Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.


Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari, itu berarti aku hidup.


Sudahkah kita bersyukur kawan ??
Ataukah kita belum puas dengan apa yang telah kita peroleh ??^_^

[+/-] Selengkapnya...